04 Jun 2006 16:20:14 WIB
TCI PEDULI GEMPA JOGYA
Penulis : WebAdmin
Barang-barang yang diangkut dengan kendaraan Terrano yang memang diharapkan bisa menempuh perjalanan sampai pelosok desa yang medannya relatif berat, terdiri dari berbagai kebutuhan yang diperlukan oleh masyarakat yang terkena musibah. Walaupun sudah dua perjalanan baksos ke Jogya, namun fokus kegiatan baksos terbesar gempa Jogya adalah tanggal 16-18 Juni 2006. Berikut adalah laporan Sekretaris TCI, Yudhi Kurniawan, TCI-267 yang disampaikan di milis TCI : ----- Original Message ----- From: yudhi kurniawan To: terrano-indonesia@yahoogroups.com Sent: Wednesday, June 21, 2006 12:31 PM Subject: [ TCI ] LAPORAN PERJALANAN TCI PEDULI YOGYA/JATENG Dear Temans, Bermula dari rasa prihatin dan empati dari para rekan-rekan TCI terhadap korban bencana alam di daerah Yogyakarta dan sekitarnya, maka penasehat, pengurus dan sebagian rekan-rekan memutuskan untuk mengadakan bakti sosial dengan menyerahkan bantuan langsung kepada para korban. Bukan kita tidak percaya terhadap lembaga-lembaga penyaluran bantuan, tapi yang sering kita dengar dan temui ternyata bantuan tidak bisa sampai/diterima di daerah-daerah terpencil dan terpelosok. Hal ini terjadi karena transportasi/sarana yang tidak memadai atau bahkan tidak ada.Jadi bantuan barang yang banyak tersebut hanya banyak tertumpuk di kota-kota saja. Tanggal pun ditetapkan pada tanggal 17 Juni 2006 atau sekitar 3 mingguan setelah gempa.Hal ini agar kita dapat mempersiapkan acara tersebut dengan matang. Selain itu bantuan yang masukpun bisa bertambah jumlahnya jika kita memperpanjang waktu penerimaan sumbangan. Untuk koordinasi dan melihat kondisi lapangan sebelum acara baksos, pada tanggal 8 Juni, Ketua Harian, Bro Ricky-072 dan Bro Dudi-181, pergi ke daerah bencana. Di sana pun mereka bertemu dengan pihak IOF (Indonesia Off Road Federation) Komda D.I. Yogyakarta, yang berjanji akan membantu penuh pelaksanaan acara Bakti Sosial TCI tersebut. Pada kesempatan itu, Bro Ricky & Bro Dudi berhasil mengunjungi daerah-daerah yang akan dijadikan tempat baksos dan memberikan bantuan barang sekedarnya mengingat barang bantuan hanya dimuat dalam 1 mobil saja. Setelah beberapa kali pengurus dan sebagian rekan-rekan mengadakan rapat, maka persiapan perjalanan bakti sosial sudah 99 % siap. Total sumbangan uang yang berhasil dikumpulkan dari rekan-rekan TCI dan para donatur sampai dengan tanggal 16 Juni 2006 mencapai kurang lebih Rp.33,839,000,- Sedangkan sumbangan berupa barang diantaranya 4 ton beras, 80 dus Mie Instan, 10 dus biskuit, 100 karton minuman energi/ suplemen merk Matador, 100 pasang sandal jepit, 6 dus air mineral, beberapa karung dan dus pakaian layak pakai dan beberapa dus barang bantuan yang tidak kelihatan karena sudah terbungkus dengan rapi. Sumbangan berupa uang dibelikan barang-barang sembako, obat-obatan, pakaian dalam wanita, selimut, tikar, tenda dan alat tulis sekolah. Agar tiap item barang dapat terbagi dengan rata, maka bantuan barang dikemas ke dalam kantung plastik yang diiisi oleh tiap-tiap item barang bantuan. Jadi 1 kantung plastik tsb. sudah berisi sembako, pakaian dalam wanita, obat2an, selimut dsb. Total paket bantuan ada sekitar 500 kantung plastik ditambah dengan tikar dan tenda yang diberikan secara random di setiap desa yang dikunjungi. Perjalanan Bak-Sos dimulai pada Jumat sore tanggal 16 Juni 2006 dengan berkumpul di Rest Area KM.19 Tol Cikampek. Setelah 13 Terrano ditambah 1 mobil box (sumbangan dari Sus Martha-109) berdatangan, baru pada pukul 16.00, perjalananan dimulai. Di dalam setiap terry, ada juga rekan-rekan lainnya yang ikut serta. Adapun rekan-rekan TCIers yang pergi ke Yogya sbb: Salman-001,Samir-007,Ricky-072,Budhi-015,Martha-109,Handoko-268,Dodi-006,Jojo-299,Andre-301,Dudi-181,Daryono-294,Jovanov-097,Amrih-004,Yudhi-267,Kamil-243,Denny-003,Suharta-028,Ery-049,Andhika-140,Totot-002,Yopi-082 dan beberapa anggota keluarga TCiers yang turut serta. Route yang dilewati adalah jalur selatan. Hal ini dengan beberapa pertimbangan antara lain, kondisi jalan yang lebih baik, volume kendaraan yang tidak terlalu banyak, banyak tempat peristarahatan dll. Seperti biasanya jika melakukan touring, maka koordinasi konvoi dilakukan dengan menggunakan radio komunikasi RIG atau HT dengan frekwensi yang sudah ditentukan. Pada jam 18.00, konvoi berhenti di peristirahatan di Tol Cielunyi untuk makan malam disamping itu berapa rekan melakukan sholat maghrib.Ternyata ada juga rekan kita dari Bandung, Sunarno-238 sudah menunggu disana. Start perjalanan dilakukan sekitar jam 19.30, karena sekaligus menunggu waktu sholat Isya. Pada kesempatan tersebut, rekan kita Sunarno sekalian pamit dan turut membekali konvoi dengan Tahu Sumedang...eunak tenan Pada jam 22.15, konvoi tiba di Banjar untuk mengisi bensin, kemudian kembali melanjutkan perjalanan melewati daerah Majenang, Ajibarang, Lumbir dan Wangon. Di wangon kita beristirahat sejenak. Setelah itu perjalanan dilanjutkan dengan kembali melewati daerah Banyumas, Buntu, Gombong, Kebumen, Kutoarjo, Purworejo, Wates dan tiba di Yogyakarta sekitar jam 4 pagi. Tiba di Yogyakarta kita langsung menuju kediaman saudara dari Bro Ricky-72, letak rumahnya sekitar lingkungan Kraton. Walaupun parkir kendaraan terpisah-pisah, rumahnya cukup luas dan bisa menampung seluruh anggota baksos yang berjumlah 29 orang.Thanks Pak Ricky... Biar mata agak merem-melek kurang tidur, Sabtu (17/6) jam 8.30, para sukarelawan ini berangkat menuju gedung Baperda bergabung dengan team IOF-Yogya untuk koordinasi dan konsolidasi kegiatan baksos tsb. Kemudian seluruh barang dihitung kembali dan dipilah-pilah. Seluruh muatan dari mobil box-pun dipindahkan ke mobil anggota IOF, mengingat tujuan mobil box hanya sampai kota saja. Sekitar jam 9.30, konvoi kedua team tersebut berangkat menuju lokasi pertama baksos yaitu Desa Mojosari. Di sepanjang perjalanan, baik di kota Yogyakarta maupun di wilayah kabupatennya, kondisinya sangat menyedihkan. Banyak rumah serta gedung-gedung yang hancur, luluh lantah oleh gempa. Tiba di desa Mojosari, kami disambut dengan gembira oleh masyarakat disana. Hal ini mungkin karena mereka melihat kami membawa barang bantuan yang mereka butuhkan. Setelah menurunkan barang dan melakukan serah terima dengan aparat desa, kami melanjutkan perjalanan ke desa berikutnya. Desa Kedung Walikukun adalah desa ke 2 yang dikunjungi TCI & IOF-Yogya. Sambutan penduduk tidak jauh berbeda dengan sebelumnya. Setelah melakukan serah terima, ternyata IOF-Yogya, memberikan suprise TCI dengan mengajak makan siang bersama penduduk di tempat yang unik, yaitu dipinggir dam air. Walaupun dengan naungan tenda, menu makanan yang serba sayuran (urap) ditambah ikan abg dan wadah makanan hanya daun pisang (pincuk), makan siang bersama terasa sangat nikmat...... Setelah makan bersama, TCI tidak tinggal diam, beberapa rekan mengadakan lomba bagi anak-anak warga sekitar lokasi. Hal ini paling tidak bisa melupakan sejenak trauma yang mereka alami pasca gempa. Sekitar jam 14.00, team beranjak ke desa-desa berikutnya yaitu Desa Pulih Payung, Desa Ngalas Gede, Desa Duren Kaligatuk dan Desa Gunung Wetan Wonolelo. Beberapa barang lainnya dikirim ke Dusun Jelok, Giri Jati Gunung Kidul melalui IOF. Rata-rata desa tersebut masih sedikit dalam menerima bantuan, bahkan ada desa yang belum tersentuh bantuan. Hal ini mengingat letak dari desa-desa tersebut cukup sulit untuk dijangkau oleh kendaraan bermotor yang tidak biasa menempuh medan naik turun pegunungan yang terjal dan berat. Dengan armada dari kedua team, TCI & IOF tersebut, yang semuanya adalah jenis SUV dan Jeep, maka kendala tersebut bisa diatasi. Setelah penyerahan bantuan di desa terakhir sudah jam 18.00, seluruh anggota team baik dari TCI dan IOF kembali ke gedung Baperda Yogya. Walaupun kondisi badan cukup lelah, seluruh anggota team mengaku gembira karena kegiatan Baksos bisa berjalan dengan lancar dan tidak menemui kendala berarti. Kegiatan diakhiri setelah masing-masing ketua team memberikan kata akhir dan penyerahan plakat dari TCI kepada IOF Yogya, yang merupakan simbol terima kasih TCI atas bantuan IOF-Yogya selama kegiatan Baksos TCI Peduli Yogya/Jateng berjalan. Sebelum kembali ke base camp, rekan-rekan TCI menyisakan waktunya untuk jalan-jalan ke Marlboro untuk sekedar melepas kepenatan, mengingat besok paginya, Minggu (18/6) sudah harus kembali ke Jakarta. Demikian reportase perjalanan menuju Yogyakarta dalam rangka Bakti Sosial TCI Peduli Yogya/Jateng. Mudahan-mudahan apa yang kita lakukan pada saat itu, sedikit banyaknya bisa bermanfaat bagi masyarakat sekitar yang mendapat musibah gempa bumi. Sekali lagi atas nama Pengurus TCI, kami ucapkan banyak terima kasih ke pihak penyumbang/Donatur, Jakarta Morris Club, pihak IOF-Komda D.I. Yogyakarta dan seluruh partisipan yang telah membantu penuh pelaksanaan kegiatan Bak-Sos TCI di Yogya. Juga tidak lupa kepada seluruh rekan-rekan TCI yang dari awal program sampai akhir program telah menyumbangkan waktu, tenaga dan lainnya agar program kita bisa berjalan dengan lancar. Nggak percuma kalau selesai meeting selalu sekitar jam 12 malam he he. Pokoknya..saya bangga deh sama kalian !!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!! Bravo TCI........ Regards Yudhi-267
[
back ]
Artikel yang lain :
-
Saur On the Road ICRC PPMKI-
Jalan Bareng Ke Gunung Bromo....!-
TCI Chapter Bogor-
Kopdar TCI dan Drive Thru KFC Kemang-
Jakdrift Jambore Klub Otomotif di Bandung-
Victory Lap di Sirkuit Sentul-
TCI berpartisipasi di Jakfox 2010-
Kopdar dan Donor Darah TCI-
Peresmian TCI Chapter Sukabumi-
Rafting Arus Liar di Sungai Citarik-
TCI Gabung Tanam Pohon di Cinumpang Sukabumi-
Peringatan Hari Ulang Tahun TCI ke-6-
Baksos Banjir Karawang-
Donor Darah Rutin 3 bulanan TCI-
Kopdar Rutin Bulanan Februari 2010
Arsip artikel ...