14 Apr 2006 19:30:38 WIBTour dan Baksos ke Gunung Bromo
Penulis : WebAdmin

Sepanjang 1900 km lebih jalan dilalui oleh terranoers TCI dalam rangka Tour TCI ke Bromo, Jawa Timur yang memanfaatkan liburan sejak Jum'at 7 April sd Senin 10 April 2006. Para peserta ngumpul mulai jam 06.00 untuk checking peserta dan pemasangan stiker Fastron, stiker majalah JIP, Autobild dll di Rest Area Tol Cikampek Km.19. Jadual start rencananya jam 07.00 ternyata molor sampai jam 08.00 karena beberapa peserta terlambat datangnya.
Etape Pertama, Jumat 7 April:
Tol Cikampek Km.19 - Sadang - Campaka - Cibatu - Cipendeyu – Cijoget – Kalijati – Pagon - SUBANG –Cipaku - Surian – Cihayam – Sumber – Buah Dua – Cikamurang – Cijelang – Tomo – Kadipaten – Jatiwangi – Palimanan – Tol lingkar luar Cirebon – keluar Tol Kanci - Losari - Gebang Udik – Tanjung – Bulakamba – Klampok – Brebes – Sumur Panggang - Tegal – Kramat – Surodadi – Kedungkosambi – Pemalang – Petarukan – Comal – Ulujami – Wiradesa – Pekalongan – Batang – Tulis – Subah – Sawangan – Plelen – Gringsing – Weleri – Cepiring – Kendal – Brangsong – Kaliwungu – Mangkang – Krapyak – Tol Jatingaleh (lingkar luar Semarang, keluaran tol arah Demak) – Genuk – Sayung – Batu – Karang Tengah – lingkar luar Demak – Gajah – Karanganyar – Jati – lingkar luar Kudus – Jekulo – Margorejo – Pati. Jalan bareng Tour TCI ke Bromo ini sungguh mengasyikkan dan teratur karena seluruh peserta menggunakan radio komunikasi baik RIG maupun HT. Namun dalam perjalanan etape pertama ini ternyata sudah ada hambatan. Di daerah Subang satu terry mengalami kerusakan wiring, msd6al-nya jebol, terpaksa dioprek dulu dan balik pakai coil biasa lagi. Beberapa tciers tinggal ikut menunggu sedangkan lainnya lanjut perjalanan, menunggu di keluaran tol Kanci sambil solat Jum’at dan makan siang. Perjalanan dilanjut, kembali di daerah Gringsing satu terry mengalami kerusakan wiring lagi, kabel di socket hangus. Akhirnya sampai di Pati sudah jam 21.30 tiba di rumah bro Daryono TCI-294, dijamu makan malam nasi gandul yang terkenal lezat di Pati. Usai makan malam kemudian menuju hotel Pati di Jl. Jend. Sudirman untuk istirahat.
Etape kedua, Sabtu 8 April :
Pati – Juwana - Rembang – Blora – Jepon – Cepu – Bojonegoro – Babat – Sukodadi – Lamongan - Kebomas – Tol Waru – Nissan Surabaya - Porong – Gempol – Beji – Bangil – Kraton – Pasuruan – Gondang – Pasrepan – Tosari / Bromo. Hari kedua ini sarapan pagi masih dijamu oleh bro Daryono. Rencana jam 07.00 sudah keluar dari hotel ternyata molor lagi sehingga start keluar Pati usai sarapan pagi rencananya jam 07.30 tidak bisa tepat. Dan ternyata pagi ini juga mendapat kabar rombongan 5 anggota TCI yang nyusul dari Jakarta dan Semarang sudah sampai di menjelang Kudus, dan karena kebersamaan selalu kita junjung dalam klub ini, maka 5 anggota peserta yang nyusul dalam perjalanan ditunggu supaya bisa start bareng dari Pati sambil makan pagi nasi soto khas Pati yang nikmat. Karena masih juga harus isi bensin dulu, maka tepat jam 10.00 barulah rombongan meninggalkan kota Pati.
Perjalanan cukup lancar, makan siang di Bojonegoro. Tiba di Surabaya, Showroom & Bengkel Nissan-nya bro Danny TCI-199 di Jl. Jend. A. Yani sudah jam 16.45.
Di Surabaya ini diadakan bakti sosial ke Panti Asuhan Anak Yatim. Karena lokasi Yayasan ada di jalan kecil, Jl. Jambangan Kebonagung Surabaya yang tidak memungkinkan banyak terry bisa masuk dan parkir, maka penyerahannya hanya dengan 2 terry dan diwakili oleh 5 anggota/Pengurus TCI. Peserta lainnya menunggu dan istirahat di Nissan A. Yani Surabaya tersebut, sambil beberapa terry di-chek oleh mekanik-mekaniknya bro Danny. Sumbangan Bakti Sosial TCI yang diserahkan kepada Panti Asuhan Anak Yatim tersebut berupa uang tunai Rp 5 juta serta barang-barang natura dan pakaian layak pakai.
Jam 19.00 rombongan meninggalkan Nissan A. Yani Surabaya menuju Bromo, dan lebih dulu isi bensin full di Surabaya tersebut. Tiba di Hotel Bromo Cottage, Tosari jam 21.30. Dalam perjalanan ini, TCI Surabaya bahkan menyiapkan tenaga mekanik mengawal perjalanan. Rombongan lengkap berjumlah 26 terry dan 1 mobil mekanik sweeper. Karena sudah terlalu larut dan capek maka setelah makan malam langsung kekamar masing-masing untuk istirahat dan menahan hawa dinginnya Bromo, karena pagi-pagi harus sudah bangun lagi siap-siap berangkat menyongsong sunrise di Pananjakan 1.
Etape ketiga, Minggu 9 April :
Bromo Cottage Hotel – Pananjakan 1 – Gunung Batok – Gunung Bromo – Ranupane – Malang (mampir dulu /melewati di Kampus Politeknik Negeri Malang) – Batu – Kandangan – (arah Jombang) - Kertosono – Nganjuk – Saradan – Caruban – Muneng – Karangjati – Ngawi – Mantingan – Sragen – Surakarta/Solo - Yogyakarta. Morning call sudah berdering jam 03.00. Ternyata baru jam 04.00 siap semuanya di terry masing-masing untuk start menuju Pananjakan 1 (paling atas) menyongsong terbitnya matahari. Jalan ditengah hutan pengunungan yang gelap, diatur jarak yang cukup, khawatir kalau ada yang tidak siap nanjak. Ternyata baru sampai di Pananjakan 2 ada info bahwa di tengah perjalanan antara Pananjakan 2 dan Pananjakan 1 yang jaraknya masih sekitar 6 km itu ada tanah longsor. Terpaksa para tciers memarkir terrynya di jalan lamping gunung Pananjakan 2, kemudian menunggu sunrise dilokasi tersebut. Ternyata semburat merah matahari terbit tidak kunjung kelihatan karena kabut yang tebal menutupi terbitnya matahari diufuk lereng pegunungan Bromo itu.
Tepat jam 06.00 rombongan terry TCI satu persatu mulai lagi merayapi jalan tebing curam menuju dataran lautan pasir Gunung Batok yang tidak aktif yang letaknya sebelum Gunung Bromo. Turunan tajam dan terjal dari arah Pananjakan ini membuat ciut nyali beberapa TCIers, apakah kalau balik nanti lewat sini mampu semuanya. Tiba di dataran pasir gunung Batok yang ditumbuhi rerumputan dan berudara sejuk ini terry-terry ngumpul berfoto-foto tetapi ada juga yang memanfaatkan lembeknya pasir buat main offroad. Dilokasi ini ternyata ada lagi satu terry yang mengalami kerusakan di karburatornya.
Jam 08.30 dari dataran pasir gunung Batok kemudian ber-light offroad ria menuju dataran gunung Bromo yang pasir sekitarnya hampir-hampir tidak ada tumbuhan rerumputan. Kuda-kuda yang biasa disewa para turis gunung Bromo ini berhamburan menyambut menjajakan kudanya untuk disewakan menaiki kaki Bromo yang menuju ke puncak berkawah.
Terry-terry parkir berjajar disamping Pura yang ada dilokasi tersebut membelakangi tanjakan puncak gunung Bromo yang kawahnya kelihatan mengepulkan asap putih. Para turis TCIers ada yang tetap santai-santai disekeliling terrynya, ada yang menunggang kuda naik ke kepundan kawah Bromo, bahkan ada yang hunting foto dataran pasir ini.
Jam 9.30 rombongan meninggalkan lokasi menuju lautan pasir arah Ranupane tempat shootingnya salah satu perusahaan rokok. Ternyata, kabut tebal secara tiba-tiba turun menutupi dataran padang pasir arah Ranupane menuju Malang tersebut. Akhirnya tujuan arah Ranupane dibatalkan. Rencana balik lewat Pananjakan lagi tidak direkomendasi, akhirnya balik naik lewat Ngadisari. Jalan naik yang terjal berbatu arah Ngadisari inipun terpaksa harus satu persatu untuk menjaga kemungkinan-kemungkinan yang tidak diinginkan. Ternyata satu terry slip kanvas koplingnya sehingga terpaksa harus ditarik. Jalan nanjak inipun memakan waktu satu jam sendiri. Perjalanan dilanjut lewat arah Sukapura Probolinggo dan makan siang di Tongas.
Usai makan siang dan istirahat sejenak perjalanan dilanjutkan menuju Malang untuk mampir di Kampus Politeknik Negeri Malang yang dikomandani bro Budi Tjahjono TCI-151. Tiba di kampusnya bro Budi 151 yang megah ini tepat jam 15.30. Bro Budi 151 yang sudah nyumbang dana ini masih juga menyiapkan snack box untuk sangu perjalanan dan juga bagi-bagi kalender Politeknik Negeri Malang.
Jam 16.45 mulai start perjalanan menuju Yogyakarta. Jalur jalan Malang, Batu sampai Kandangan cukup padat dan berliku. Sampai di Kertosono istirahat untuk ishoma sebelum melanjutkan perjalanan yang hampir-hampir disertai gerimis dan sesekali hujan deras. Sampai di Hotel Jayakarta, Jl. Adisucipto Yogyakarta menunjukkan tepat jam 24.00.
Etape keempat, Senin 10 April :
Yogyakarta – Sleman – Muntilan – Magelang – Secang – Ambarawa – Bawen – Ungaran – tol Jatingaleh – Pekalongan – Tegal – Cirebon – Subang – Sadang – Jakarta. Kecapekan mulai menumpuk, maka dihari terakhir ini diberikan kesempatan bagi yang tidak punya driver pengganti bisa istirahat cukup di hotel. Dari jadual jalan dan ngumpul di parkiran Malioboro jam 08.00 s/d 10.00 akhirnya dirubah menjadi ngumpul start berangkat dari parkiran Malioboro jam 13.00. Peserta lainnya dipersilakan bebas memanfaatkan waktunya untuk acara di Yogya, belanja-belanja di Malioboro. Dan ternyata sebagian besar memanfaatkan waktunya menikmati kota turis Malioboro dan belanja batik. Beberapa bahkan kopdar saja di parkiran, malah ada yang ngoprek sambil nunggu rekan lainnya. Ternyata keberangkatan molor lagi, jam 14.00 rombongan baru mulai start dari parkiran Malioboro.
Sepanjang perjalanan relatif padat jalannya dan baru sampai di Rest Area Tol Jatingaleh jam 17.15 namun cuaca yang mendung dan sudah mulai gelap. Diputuskan untuk istirahat di lokasi ini, sekalian ishoma (istirahat, solat, makan). Bro Halim TCI-256 yang tinggal di Semarang tersebut ternyata sudah mempersiapkan untuk bagi-bagi kue Wingko Babat Cenderawasih yang enak itu buat para TCIers Jakarta.
Jam 19.00 tepat, perjalanan dilanjut kembali menuju Jakarta. Di Tegal istirahat sejenak untuk isi bensin. Kendaraan sepanjang perjalanan juga relatif cukup padat. Sampai di Tol Kanci, Cirebon, hari dan tanggal sudah berubah menjadi tanggal 11 April 2006 yang bertepatan dengan tanggal kelahiran TCI. Sambil menunggu beberapa terry yang masih tertinggal, setelah semuanya ngumpul di rest area itu para TCIers saling tos ngucapin Selamat Ulang Tahun TCI ke-2, semoga TCI tetap eksis dan maju, tambah matang dan mantab sebagai sarana paguyuban silaturahmi sesama anggotanya, tambah guyup dan rukun, amien.
Tepat jam 06.00 semua terry memasuki pintu tol Sadang menuju Jakarta.
Melalui website ini kami, Terrano Club Indonesia, mengucapkan terimakasih kepada :
- Pertamina Unit Pelumas, yang telah memberikan dukungan dan membagikan oli Fastron Synthetis 10W-40 untuk digunakan dalam perjalanan ke Bromo pp. Beberapa terry sudah lebih dulu mencoba ganti oli beberapa hari sebelumnya dengan oli Fastron 10W-40 ini, bahkan diantaranya terry TCI-004 menggunakan oli Fastron 10w-40 saat berangkat ke Bromo tersebut kilometer-nya oli sudah menunjukkan 5500 km. Dari pembicaraan beberapa rekan pemakai Fastron 10-40 ini menyatakan, Fastron bagus untuk mobilnya, selain harganya lebih murah, tidak panas dan tidak cepat menguap seperti merk oli lainnya yang setara. Fungsi deterjennya pun bagus. Cocok untuk mesin mobil baru maupun lama.
- Pimpinan dan staf Politeknik Negeri Malang, Jawa Timur, yang telah mendukung suksesnya acara Tour TCI ke Bromo
- Majalah JIP dan Autobild yang telah mengirimkan reporternya mengikuti perjalanan Tour TCI ke Bromo sampai selesai.
- Nissan A. Yani Surabaya yang telah menyambut kedatangan TCI di showroom dan bengkelnya serta menyediakan mekanik-mekaniknya yang handal mengiringi perjalanan ke Bromo.
- Petrofin Elnusa sebagai produsen additive Power Fuel yang ternyata efektive sebagai pencampur bbm di terry.
- Keluarga bro Daryono 294 di Pati yang telah menjamu makan malam dan pagi dg masakan khas Pati. -
- Rekan-rekan TCI Chapter Surabaya yang dengan kerja keras dan dukungan kebersamaannya.
[
back ]
Artikel yang lain :
-
Saur On the Road ICRC PPMKI-
Jalan Bareng Ke Gunung Bromo....!-
TCI Chapter Bogor-
Kopdar TCI dan Drive Thru KFC Kemang-
Jakdrift Jambore Klub Otomotif di Bandung-
Victory Lap di Sirkuit Sentul-
TCI berpartisipasi di Jakfox 2010-
Kopdar dan Donor Darah TCI-
Peresmian TCI Chapter Sukabumi-
Rafting Arus Liar di Sungai Citarik-
TCI Gabung Tanam Pohon di Cinumpang Sukabumi-
Peringatan Hari Ulang Tahun TCI ke-6-
Baksos Banjir Karawang-
Donor Darah Rutin 3 bulanan TCI-
Kopdar Rutin Bulanan Februari 2010
Arsip artikel ...